Ada Cacing Diperut Kecoa? Ini Dia Jenis Cacing yg Bisa Terbawa Kecoa - Information & Tips
Headlines News :
Home » » Ada Cacing Diperut Kecoa? Ini Dia Jenis Cacing yg Bisa Terbawa Kecoa

Ada Cacing Diperut Kecoa? Ini Dia Jenis Cacing yg Bisa Terbawa Kecoa

Written By: Admin on Thursday, April 25, 2013 | 9:42 PM


Jakarta - Kecoa merupakan hewan yang bertempat tinggal di area yang kotor sehingga membuat serangga ini dikenal menjadi sarang berbagai kuman penyakit. Akhir-akhir ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa cacing dalam perut kecoa bisa menular ke tubuh manusia. Cacing apakah itu?

"Kecoa ini kan memiliki sifat grooming (membersihkan diri) yah. Ketika habis melewati tempat-tempat kotor, dia akan menjilat-njilati tubuhnya. Bisa saja telur cacing yang menempel masuk ke dalam tubuhnya masuk kemudian menetas di perutnya," terang Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor ketika dihubungi DHealth, Kamis (25/4/2013).

Kabar yang santer beredar di Facebook menerangkan bahwa di dalam perut kecoa terkandung cacing halus. Apabila digencet dan keluar isi perutnya, cacing ini bisa keluar dan masuk lewat pori-pori manusia.

dr Upik menjelaskan kecoa yang tergencet tidak hanya mengeluarkan cacing atau telur cacing saja, melainkan kuman dan bakteri yang banyak beredar di tempat tinggalnya. Namun dr Upik tetap menyarankan agar masyarakat tidak terlalu khawatir sebab infeksi cacing lebih banyak dilakukan lewat makanan dan tangan yang tak dijaga kebersihannya, bukan lewat kecoa secara langsung.

Untuk jenis cacing yang bisa menginfeksi kecoa, dr Upik menerangkan bahwa cacing-cacing pencernaan pada manusia bisa saja masuk. Terutama apabila kecoa habis melewati septic tank. Adapun jenis cacing pencernaan adalah cacing kremi, cacing perut, cacing tambang dan sebagainya.

"Kalau yang dikatakan bisa masuk ke pori-pori mungkin seperti cacing di tanah yang biasanya pada anak-anak kalau suka bermain di luar nggak pakai sandal bisa masuk, misalnya jenis Ancylostoma," terang dr Upik.

Walau demikian, dr Upik menyarankan bahwa kabar mengenai cacing dalam perut kecoa ini masih perlu diteliti lagi keabsahannya. Untuk mengatasi infeksi cacing, meminum obat cacing sudah cukup membasmi cacing di dalam tubuh.





Walau Tidak Terinfeksi Cacing, Kecoa Tetap Dapat Tularkan Penyakit




Jakarta - Kecoa memang hewan yang terbilang menjijikkan. Serangga ini hidup di tempat yang lembab dan kotor sehingga identik dengan hal-hal yang jorok. Karena 'gaya hidupnya' ini, kecoa sering dihindari karena bisa menularkan berbagai penyakit.

"Kecoa hidup di tempat-tempat yang kotor, makanya dia berisiko menularkan penyakit saluran cerna, terutama diare. Kecoa juga dapat menyebarkan bakteri-bakteri seperti Salmonella dan sebagainya," ujar dr Chabib Afwan, Deputi Zoonosis Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI ketika dihubungi detikHealth, Kamis (25/4/2013).

Oleh karena itu, dr Chabib menuturkan bahwa sangat beralasan apabila orang lantas jijik pada kecoa. Karena bisa menyebarkan penyakit, maka sebaiknya kecoa yang berkeliaran di rumah segera dibasmi. Lantaran kecoa cenderung hidup di tempat yang kotor, maka cara terbaik untuk menghindari kecoa adalah dengan menjaga kebersihan.

Belakangan, muncul kabar yang menyatakan bahwa kecoa dapat terinfeksi oleh cacing halus. Oleh karena itu, membunuh kecoa sebaiknya tidak dengan digencet sampai keluar isi perutnya karena cacing di dalam perut kecoa dapat keluar dan menginfeksi manusia. Menurut beberapa penelitian, kecoa memang dapat memuat 32 jenis bakteri, berbagai jenis virus dan telur cacing.

"Infeksi penyakit dari kecoa bisa terjadi ketika dia menyentuh makanan. Karena hidup di tempat kotor, tubuhnya terkontaminasi kuman dan kalau kuman masuk ke dalam perut bisa menyebabkan penyakit," terang dr Chabib.

Untuk mencegah penularan penyakit akibat kecoa, cara terbaik adalah menjaga hidup bersih dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan memastikan makanan disimpan di tempat tertutup. Yang tak kalah penting, kebersihan lingkungan harus selalu dijaga.




Lalu Apa yang Harus Dilakukan Jika Cacing Parasit Masuk ke Tubuh Kita?



Jakarta - Cacing parasit bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan menimbulkan kondisi yang disebut cacingan. Bahkan kabarnya, cacing parasit juga bisa masuk ke dalam tubuh kecoa dan menginfeksi manusia. Lantas apa yang sebaiknya dilakukan apabila terinfeksi cacing ini dan bagaimana gejalanya?

"Untuk membasmi cacing yang ada di dalam tubuh cukup dengan minum obat cacing saja. Tapi untuk mengetahui ada tidaknya infeksi cacing perlu pemeriksaan," terang Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor ketika dihubungi detikHealth, Kamis (25/4/2013).

Dr Upik menjelaskan bahwa gejala cacingan pada anak-anak umumnya berkisar pada badan yang kurus dan perut membuncit. Pada orang dewasa umumnya gejala cacingan hanya rasa lelah dan lemas. Gejala-gejala cacingan ini juga munculnya tidak seketika, melainkan beberapa hari hingga beberapa minggu setelah terinfeksi.

Pada kasus yang parah, terkadang induk cacing dapat keluar bersama kotoran saat buang air besar. Untuk lebih memastikan gejalanya yang samar, dokter biasanya melakukan pemeriksaan feces untuk melihat keberadaan cacing dan telur cacing yang seringkali tak kasat dilihat dengan mata telanjang.

"Pada anak-anak biasanya infeksi cacing perlu diwaspadai sebab mengganggu pertumbuhan. Kalau pada orang dewasa karena sistem kekebalan tubuhnya umumnya lebih kuat, bisa lebih bertahan dari infeksi cacing," jelas dr Upik.

Meminum obat cacing idealnya dilakukan 6 bulan sekali terutama pada masyarakat yang berisiko, misalnya yang tinggal di pinggir kali dan memiliki pola hidup kurang bersih. Apabila gaya hidup sudah dirasa bersih, anjuran minum obat cacing bisa diubah menjadi setahun sekali.

Tapi sebagai upaya pencegahan, bila ingin minum obat cacing 6 bulan sekali pun tak ada efek sampingnya. Dosis obat cacing tergolong tunggal, sehingga tidak akan terjadi masalah berat setelah minum obat cacing meski tidak terdapat cacing di dalam tubuhnya.


Sumber : DetikHealth
Baca Yang Seru Ini Juga Yah :)
Share artikel ini yuk :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
www.bacazone.com
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Information & Tips - All Rights Reserved | | Privacy Policy
Template Design by Creating Website Published by Mas Template